Kamis, 02 April 2015

Ucapan dan Ejaan

0



A. UCAPAN

Bahasa Indonesia bagi sebagian besar penuturnya adalah bahasa kedua. Para penutur yang berbahasa Indonesia, bahasa Indonesia mereka terpengaruh oleh bahasa daerah yang telah mereka kuasai sebelumnya. Pengaruh itu dapat berkenaan dengan semua aspek ketatabahasaan. Pengaruh yang sangat jelas ialah dalam bidang ucapan. Pengaruh dalam ucapan itu sulit dihindarkan dan menjadi ciri yang membedakan ucapan penutur bahasa Indonesia dari daerah satu dengan daerah yang lain. Sering dengan mudah kita dapat menentukan daerah asal seorang penutur berdasarkan ucapan bahasa Indonesianya.

B. EJAAN

Ejaan penting sekali artinya dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa Indonesia produktif tulis
a. Penulisan Huruf Kapital
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab suci. Untuk Tuhan kata gantinya pun ditulis dengan huruf kapital. contohnya:
-Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang
-Hanya kepada-Mu kami meminta
Dalam kaitanya dengan nama diri, gelar kehormatan, keturunan, atau kagamaan, juga ditulis dengan huruf kapital. contohnya :
-Prof. dr. Nurdiana Putri Olivia
-Dt. Katumanggungan
-Dr.Imam Solehudin, Mpd. 

Tentu saja terpisah dari nama diri, dalam pengertian umum, huruf-huruf tersebut ditulis dengan huruf kecil
-Pria itu ditangkap pihak berwenang karena mengaku sebagai nabi.
-Ia merupakan seorang sultan yang bijaksana.

Nama jabatan juga ditulis diawal dengan huruf kapital apabila dikaitkan dengan nama instansi atau nama daerah sebagai pengganti nama diri.
a. Jenderal Moeldoko
b. Menteri Dalam Negeri
Nama diri atau nama lembaga yang terdiri atas beberapa kata, kata-kata tersebut diawali dengan huruf kapital kecuali apabila kata tersebut berupa kata tegas. contohnya :
a. Bacharuddin Jusuf Habibie
b. Dewi Sartika
c. Departemen Sumber Daya Manusia
d. Pertanian Kota Bukittinggi

Kemudian kata-kata yang digunakan dalam pengertian khusus harus ditulis dengan huruf kapital, sedangkan kata-kata dengan pengertian umum ditulis dengan huruf kecil. Kata presiden, gubernur, universitas, atau fakultas misalnya, dalam pengertian umum ditulis dengan huruf kecil.
 

Huruf  besar dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna  yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.  

Contohnya:
 -Perserikatan Bangsa-Bangsa 
- Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
Huruf  besar dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata  ulang sempurna)  di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judu; karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal.   
Contohnya: 
- Saya suka membaca majalah Bahasa dan Sastra 
- Ia suka membaca harian umum Pos Kupang
Huruf  besar dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.   
Contohnya :   
-Dr.       doctor 
-M.A.    Master of Arts
-S.H.     Sarjana Hukum
Huruf  besar dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman  yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.   
Contohnya :  
- Meraka pergi bertanya kepada  Pak Camat 
-Besok pagi  Bapak akan tiba
Huruf  besar dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. 
contohnya:   
 -Sudah sadarkah Anda? 
-Lamaran Anda telah kami terima
Huruf besar tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. 
contohnya:  
- Kita patut menghormati sudara kita, ibu dan bapak kita. 
-Dia adalah salah seorang camat di kabupaten Rote Ndao.
b. Huruf tebal dan huruf miring
Seperti halnya nama lembaga, judul buku atau karangan kata-katanya harus diawali dengan huruf kapital. Kecuali yang berupa kata tugas. Berbeda dengan nama lembaga, judul buku atau nama majalah, harus ditulis dengan huruf tebal. Apabila ditulis dengan tangan kata-kata yang merupakan judul buku ini harus diberi garis bawah. contohnya :
Habis Gelap Terbitlah Terang
Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.contohnya :
-Buku Kecerdasn Emosional  karangan Daniel Coleman 
-Surat kabar Pos Sulawesi
 
Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata,  kata, atau kelompok kata tertentu.  
- Tahun 1996, ada nya buku yang intimidasi dibagian isi buku.
- Buatlah sebuah kelimat dengan  kecerdasan emosional

Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.  contohnya:
- Cover penulisan ilmiah terbuat dari hard cover yang terbuat dari karton tebal.
- Nama latin dari padi adalah oryza sativa
C. Penulisan Partikel dan Awalan
  
Dalam menulis kata-kata sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan perlu diperhatikan penulisan kata atau partikel yang dirangkaikan dan yang tidak dirangkaikan. 
Ada kata atau awalan yang harus ditulis serangkai, yaitu (adi) 
Contohnya : 
-adidaya, adikuasa,
- adimarga, adibusana

Juga awalan (awa) 
Contoh :
 -awabau, awaair
-awawarna, awasuara. 

 Awalan (de-) pada kata-kata pinjaman dari bahasa Inggris dan belanda seperti 
Contohya :
-deodorant, dehidrasi
-devoice yang artinya ‘penghilangan’ atau ‘alat’ untuk menghilangkan’. 

Awalan  (mala)
Contohnya : 
-malabentuk, malapraktik
-malagizi.  


Kata antara ditulis terpisah, tetapi antar- ditulis serangkai
 Contoh:
-antarkota, antarpulau
 -antarnegara, antarbangsa.   

  Kata maha apabila dirangkai dengan kata dasar ditulis serangkai.
Contoh: 
-mahasiswa, mahaguru
-Mahakuasa, Mahaadil

Tetapi apabila dirangkai dengan kata bentukan tidak dirangkaikan. 
Contoh:
-Maha Pemurah, Maha Mengetahui, 
- Maha Pengampun. 
  
  Awalan pra-, pasca-, pramu-, purna-, tuna-. 
Contoh: 
-prasejarah, pascasarjana, pascapanen, pramuwisata, pramuria, purnawaktu, purnawirawan,
-swadaya, swalayan, swasembada, tunakarya, tunasusila, tunarungu.
Kata-kata seperti anti-, non-, sub-, poli-. ultra-,  supra-,  
Contohnya :
-antikomunis, nongelar, subunit, 
-politeknik, ultramodern, supranatural. 

Gabungan dua kata yang diapit oleh awalan dan akhiran juga ditulis serangkai. Contoh:
-pertanggungjawaban, ketidakhadiran, dan  menandatangani.
Kata-kata yang harus ditulis serangkai ialah:  
Contohnya :
- padahal, daripada, barangkali, sekaligus, 
-apabila, bilamana, jikalau, andaikata, manakala. 

d. Penulisan Bilangan
Bilangan ada yang harus ditulis dengan angka, ada yang harus ditulis dengan huruf.  
Contohnya :
-ke-3 atau III, abad kedua puluh, abad ke-20 abad XX.Bilangan yang menunjukan tahun, jam, tanggal, nomor rumah, harus ditulis dengan angka.  
Contohnya :
-dua jam lima belas menit sepuluh detik ditulis 2.15.10 
Bilangan yang digunakan untuk memberi nomor bab, subbab, atau bagian-bagian dari subbab. Bilangan yang menunjukkan jumlah dari satu sampai sembilan ditulis dengan huruf, jumlah seperti “dua juta rupiah” dapat juga ditulis dengan huruf, kecuali di dalam tabel atau grafik.
Dalam tabel atau grafik jumlah satu sampai sembilan pun ditulis dengan angka.  
Di samping itu jumlah seperti uang, luas tanah, berat suatu benda, jarak antara suatu tempat dengan tempat lain, singkatnya jumlah yang menyatakan ukuran dengan timbangan, selalu ditulis dengan angka, atau kadang ditulis dengan angka tetapi juga disertai dengan huruf yang ditaruh di antara tanda kurung.Dalam penulisan jumlah, ukuran dan timbangan itu di gunakan juga tanda titik dan koma. Singkatan-singkatan seperti Rp (rupiah), kg (kilogram), m (meter), lt (liter) tidak perlu ditulis dengan tanda titik. Tanda titik digunakan pada jumlah  satuan ribuan.
 Contoh:
Rp.1.000.000.

Bilangan yang menyatakan rupiah digunakan tanda koma di belakang satuan rupiah yang diikuti oleh nol nol untuk satuan ketip dan sen.
Contohnya :
-satu juta lima ratus ribu rupiah ditulis Rp 1.500.000,00.

d. Tanda Baca 
Ada bermacam-macam tanda baca/pungtuasi, seperti titik (.), koma (,), titik koma (;), titik dua (: ), dan petik (“..”) 
a.       Tanda Titik (.)
Tanda titik dipakai pada akhir kalimat. 
Contohnya:
-Kita liburan ke Bali.
-Saya datang  terlambat.
Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, iktisar, atau daftar. 
Contohnya:
-1.1 Pembangunan
- 1.2  Lingkungan
Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. 
Contohnya:
-Pukul 1.35.20
Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu. 
Contohnya:
-1.3.5.20  jam
- 0.0.30  jam
Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda Tanya atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka. Contohnya:
-Mullik, M. L. 2011.  Bahasa Indonesia Dalam Karya Tulis Ilmiah. Undana Press
Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.  Contohnya:
- Jumlah buruh yang berdemontrasi adalah 30.800 orang.

Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. 
Contohnya:
-Nomor  telpon  genggamnya adalah 0812367873.
-Undana didirikan pada tahun 1964 oleh  konsorsium yang diketuai El Tari.
Tanda titik tidak dipakai pada  akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, table, dan sebagainya.
Contohnya:
-Fluktuasi pertambahan berat badan ternak sapi dapat di lihat pada Tabel 3 dalam Bab II,  dan Grafik 10 dalam Bab V  buku ini.
Tanda titik tidak dipakai  di belakang (1) alamat pengiriman dan tanggal surat atau (2) nama alamat penerima surat. 
Contohnya:
-Yth.  Sdr. Nimrot  Kase (tanpa titik)
-Jalan Soeharto  72 (tanpa titik)

b.      Tanda Koma (,)
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. 
Contohnya:
-Saya membutuhkan  batu, kayu, semen, dan pasir untuk membangun rumah.
-Urutan dari angka bulat terkecil adalah  1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan suatu kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti  tetapi  atau  melainkan. 
Contohnya:
-Saya akan hadir, tetapi agak terlambat karena ada rapat di kantor.
-Ia tidak berangkat ke Surabaya, melainkan ke Jakarta.

Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahuli induk kalimat. 
Contohnya:
- Kalau lapar,  saya  Saya akan makan.
-Karena terlambat, ia tidak bisa menjawab semua soal ujian dengan baik.
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi  induk kalimat. 
Contohnya:
- Saya akan makan kalau saya lapar.
-Ia tidak bisa menjawab semua soal ujian dengan baik karena terlambat.
Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung  antara kalimat  yang terdapat pada awal kalimat.  Termasuk di dalamnya oleh  karena itu, jadi, lagi pula, meskipun, begitu, dan tetapi
Contohnya:
- Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak datang.
- Akan tetapi,  kebenaran tidak bisa ditutupi dengan cara apapun.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, dari kata lain yang terdapat dalam kalimat. 
Contohnya:
-O, saya kira Anda bukan orang  rote.
-Istirahat yang  cukup,  ya, biar cepat sembuh
Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. 
Contohnya:
-Katanya, “Saya lapar sekali’
- “Saya lapar sekali” katanya, “Karena tidak makan sejak kemarin.”

Tanda koma dipakai  di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, dan (d) nama tempat dan wilayah atau negara yang ditulis berurutan. 
Contohnya:
-Nama dan alamat tempat kerja saya adalah Fakultas Peternakan,
-Universitas Nusa Cendana, Jalan Adisucipto 10, Penfui, Kupang, NTT 85001, Indonesia.

Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. 
Contohnya:
-Mullik, Marthen.  2011. Bahasa Indonesia Dalan Karya Tulis Ilmiah. Undana Press.
Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. 
Contohnya:
- A.K. Malik, Kalimat Efektif  (Kupang, Undana Press, 2011), hlm 19.
Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga. 
Contohnya:
-M. L. Mullik, Ph.D.
-A. Konda Malik,  M.P.

Tanda koma dipakai  di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. 
Contohnya:
- 6,9 km
-Rp 56,50
Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. 
Contohnya:
-Teman kerja saya, pak Agus Konda Malik, sangat mahir dalam berbahasa.
-Semua mahasiswa, baik jurusan produksi maupun nutrisi, wajib hadir.
Tanda koma dipakai -untuk menghindari salah baca- di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat . 
Contohnya:
- Dalam masalah berbahasa, kita harus menaati kaidah-kaidah baku.
-Atas kesediaannya, diucapi terima kasih.
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.  
Contohnya:
-  “Dari mana Anda memperoleh buku itu?”  tanya kakak sambil melotot.
c.       Tanda Titik Koma (;)
Tanda titik koma  dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contohnya:
-Rasa kantuk semakin berat; pekerjaan pun belum rampung juga.
Tanda titik koma  dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan yang memisahkan yang setara di dalam kalimat majemuk.
Contohnya:
-Ayah membaca Koran di verandah, Ibu sibuk bekerja di dapur; Adik menghafal nama-nama pahlawan nasional;  saya sendiri asyik menonton acara “Kick Andy”.

d.      Tanda Titik Dua (:)

Tanda titik dua  dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau perintah.
Contohnya:
- Para pegawai kantor ini membutuhkan peralatan kantor:  meja, kursi, dan komputer, dan printer.
Tanda titik dua  tidak dipakai  jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contohnya:
-Para pegawai kantor ini membutuhkan  meja, kursi, komputer, dan printer.
Tanda titik dua  dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan perintah.
Contohnya:
-  Ketua                   :  Kase Metan
-  Sekretaris             :  Ama Tobo
- Tempat Kuliah     :  Ruang E1
-  Waktu                  : 09.00 Wita
Tanda titik dua  dipakai  (a) di antara jilid atau nomor dan halam, (b) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (c) di antara dua judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Contohnya:
-Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 13:20-28
- Ibrani 3:1-10
-Mullik, Marthen.  2011. Bahasa Indonesia Dalan Karya Tulis Ilmiah: Sebuah Tinjauan Aplikatif.  Kupang: Undana Press.

e. Tanda-Tanda Baca Yang Lain   
Tanda–tanda baca yang lain ialah tanda pisah (-), tanda elipsis (…), tanda tanya (?), tanda seru  (!), tanda kurung  ( ), tanda kurung siku ([ ]), tanda garis miring (/)  dan tanda penyingkat/apostrof  (‘)

f. Tanda Hubung (-)
Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contohnya:
-Selain mengajar,  Benjamin juga melakukan  kegiatan peneliti-an yang berkaitan dengan maslah peternakan di NTT.
Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.
Contohnya:
- Tandah pada ternak sapi merupakan alat pertahan-an tubuh yang dipakai untuk menghancurkan musuh.
Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.  Angka  2 pada kata ulang tidak bisa pakai dalam teks karangan resmi.
Contohnya:
Ø  bapak-bapak  (tidak ditulis  bapak 2)
Ø  kadang-kadang  (tidak ditulis kadang 2)
Ø  berulang-ulang (tidak ditulis ber-ulang2)
Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contohnya:
Ø  k-e-l-u-r-a-h-a-n
Ø  02-03-2011
Tanda hubung dipakai untuk memperjelas (a) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan, dan (b) penghilangan  bagian-bagian kelompok kata.
Contohnya:
Ø  ber-evolusi
Ø  sepuluh-ribuan
Ø  Tanggung jawab-  dan kesetiakawanan-sosial

g. Tanda Pisah (-)

Tanda pisah membatasi penyisipan kata yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
Contohnya:
Ø  Dengan bekerja bersama  -berdasarkan pengalaman saya selama bertahun-tahun-  semua target organisasi dapat dicapai.
Tanda pisah menegaskan adanya keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Contohnya:
Ø  Temuan Esintain  -gaya gravitasi-  telah meletakan landasan yang kuat dalam pengembangan bidang penerbangan.

Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti ‘sampai’ atau ‘sampai dengan’.
Contohnya
Ø  Tanggal 25-04-1965
Ø  Kupang-Soe-Kefa

h. Tanda Elipsis ()

Tanda elpisis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Contohnya:
Ø  Kalau begitu …, ya, tidak  perlu dirisaukan lagi.
Tanda elpisis menunjukkan  bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Contohnya:
Ø  Dan, perjuangan pergerakan kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu … bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Catatan: Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat titik, tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu buah untuk menandai akhir kalimat.

 i. Tanda Tanya (?)

Tanda tanya  dipakai pada akhir kalimat tanya, dan  untuk menandai bagian kalimat atau pernyataan yang disangsikan kebenarannya.
Contohnya:
Ø  Apakah Anda dalam keadaan sehat?
Ø  Memangnya kamu  dari Australian?

j. .  Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contohnya:
Ø  Alangkah malangnya nasib pemuda itu!
Ø  Keluar dari rumahku sekarang juga!

k. Tanda Kurung ((…))
Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Contohnya:
Ø  Dokumen usulan ini dilengkapi dengan lampiran-lampiran (daftar nama anggota, ijasah, surat keterangan berkelakuan baik, dan hasil wawancara) seperti yang disyaratkan.
Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contohnya:
Ø  Setiap tahun, ratusan peselancar dari berbagai negara mengadu keahlian dalam Kompetisi Selancar  Rote Ndao di Nemberala (pantai yang memiliki gulungan ombak terbaik nomor 2  di dunia)
Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contohnya:
Ø  Bajak laut itu berasal dari (pulau) Alor
Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang merinci satu urutan keterangan. Contohnya:
Ø  Produktivitas menyangkut aspek (a) masukan, (b) proses, dan (c) luaran
l. Tanda Kurung  Siku ([…])

Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Contohnya:
Ø  Melindungi satwa li[a]r tidaklah mudah.
·         Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung (…).
Contohnya:
Ø  Rumput kume adalah rumput unggul lokal (asli NTT [bernama latin Sorghum plumosum] khususnya terdapat di Timor, Rote, Sabu, Sumba) yang memiliki nilai gizi tinggi.

Tanda petik  (“…”)

Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lainnya.
Contohnya:
Ø  “Saya mandi dulu, ya”  kata Andri, “Silahkan  duduk dulu”
Ø  Ada pepatah yang berbunyi “rajin belajar, pangkal pandai”
Tanda petik  mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contohnya:
Ø  Puisi “Aku” digubah oleh W.S.Rendra
Ø  Modul “Tanda Baca dan Ejaan” terdapat pada halaman 2-20.
·         Tanda petik  mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contohnya:
Ø  Cara menyusun ransum ayam dapat dilakukan dengan metode “coba-coba”.
Ø  Model potongan rambut acak dikenal dengan nama “punk”.



  Tanda petik  tunggal (‘…’)

Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Contohnya:
Ø  Kata ayah, “tidakkah kamu dengar bunyi ‘tok…tok… tok’ di pintu?”
Tanda petik tunggal mengapit makna terjemahan, atau penjelasan kata ungkapan asing.
Contohnya:
Ø  Sustainable  ‘berkelanjutan’

Tanda garis miring  ( / )

Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun  yang terbagi dalam  dua tahun tawim.
Contohnya:
Ø  No. 124/Fpt/III/2011
Ø  Perumahan Dosen Undana  Blok D/5
Ø  Tahun Akademik 2010/2011

Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, atau tiap. Contohnya:
Ø  Bapak/Ibu/Saudara
Ø  Biaya pendidikan sebesar Rp 5 juta/semester
Ø  Sebuah alinea hanya  boleh memilik satu buah gagasan/ide pokok.


  Tanda Penyingklat atau Apostrof  (‘)

Tanda  penyingklat atau apsotrof  menunjuk penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Contohnya:
Ø  Engkau  ’kan  berhasil asalkan tidak menyerah  (‘kan = akan) 3 Maret  ’11 (’11 = 2011)






0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com