Senin, 26 Oktober 2015

Weekend Santai di Lemongrass Resto

0



Bogor, buat saya adalah surga kuliner. Banyak makanan enak yang bisa di explore di Bogor, mulai dari soto mie, bakso, asinan, es cendol, toge goreng, laksa, bisa dipilih sesuai selera masing-masing. Kuliner bogor juga semakin berkembang, banyak bermunculannya resto baru dengan konsep yang nyaman dan membuat orang-orang betah untuk berlama-lama disana, salah satu yang lagi hits banget di kalangan anak gaul Bogor adalah Lemongrass.

Karna lagi hits nya, akhirnya akhir pekan lalu saya dan teman-teman memutuskan untuk berkunjung dan mencicipi suasana apik yang di tawarkan resto ini. Saya berdomisili di Depok tepatnya di Pondok Cina memutuskan untuk naik krl untuk menuju Bogor. Diiringi 5 orang teman, kami memutuskan untuk jalan sehabis azan Zhuhur, setelah sholat kami bergegas ke St. Pondok Cina. Cuaca saat itu memang sangat ekstrim, sungguh panas sehingga membuat kami berjalan cepat.

Buat yang kurang familiar dengan jalanan di Bogor, jangan khawatir, Lemongrass cukup mudah ditemui. Dari exit tol Bogor, lurus aja sampai lampu merah terminal Baranangsiang, belok kanan, kemudian lurus terus sampai ketemu Hotel Pajajaran di kiri.  Nah Lemongrass berada tepat di seberangnya. Buat yang tidak mengendarai mobil dan hanya anak kostan seperti saya cukup naik angkot saja yang memang lumayan ribet sih, dari stasiun bogor naik angkot 07 terus turun di depan Mall Jambu lansung sambung angkot 09, sekitar 5 menit jalan lansung sampai deh, naik angkot juga gak terlalu mahal dibandingkan harus naik ojek cukup dengan enam ribu rupiah.

Sesampainya disana jam menunjukkan pukul 2 siang, dari luar tampak sangat rame pengunjung hari itu, kami lansung masuk dan lansung mendaftarkan nama salah satu teman saya untuk di panggil saat waiting list nanti. Lemongrass memang menawarkan suasana dan dekorasi disini sangat menarik dan ditata cukup apik, mengusung open kitchen, dan banyak area terbuka hijau dengan taman dan kolam kecil yang berpadu manis dengan furniture dari kayu.Sembari menunggu waiting list kami melihat lihat kebagian bawah restoran tersebut, dengan kursi sofa yang putih, didukung dengan tanaman tanaman hijau di sekeliling nya membuat saya untuk ingin duduk disana. Namun saya tau, jika untuk duduk di sofa tsb harus meronggoh kocek lebih menyewa tempat duduk tersebut.

Setelah sekian lama menunggu akhirnya nama teman saya di panggil, kami diminta untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat menunggu tadi. Dengan perasaan yang malas untuk duduk disana, kami pun terpaksa untuk duduk disana, bukan karna jelek atau bagaimana hanya saja kursi tersebut berada tidak jauh di tempat waiting list tadi membuat ramainya orang yang lalu lalang disana. Akhirnya kami memutuskan untuk memberikan kursi tersebut kepada keluarga yang lagi menunggu, ya terpaksa, membuat kami harus menunggu lagi.
Not bad

Merasa masih lama, saya, novi, ulva dan citra memutuskan untuk menuju ruang sholat, antrian masih di tunggu oleh dua teman saya. Tak berapa lama saya menuju ruang sholat, dua teman saya memanggil satu teman saya yang ikut untuk sholat. Berfikir bukan saya yang di panggil saya pun memutuskan untuk terus jalan . Saya pun menunggu antrian sholat, menurut saya ruangan untuk sholat di restoran ini bisa dikatakan tidak layak karena tempat nya sangat tidak bagus, dekat dengan ruang pencucian, berukuran kurang lebih dua badan orang dewasa, panas,dan bau. 

Setelah merapikan jilbab, saya lansung menuju arah tempat menunggu antrian, saya duluan meninggalkan Novi dan Citra karena tidak betah dengan suasana ruangan, namun di barisan antrian saya tidak melihat mereka. Saya pun menanyakan keberadaan mereka kepada salah seorang pelayan, “Atas nama Uty sudah berada di atas mba, bisa menuju tangga sebelah sana” ia pun menunjuk kebagian sudut bagian resto, “Terima kasih” kata saya sembari berjalan menunju tangga. Setelah sampai diatas, saya pun melihat Uty, Uti, dan Ulva sudah berada diatas, saya bisa mendeskripsikan muka meraka yang kusut,Sebelum saya bertanya ada apa dengan mereka, salah satu teman saya pun lansung mengeluarkan kata yang tinggi, “Saya disini bayar ya mas, di oper sana sini, kalian fikir saya ini apa” . Saya pun terkejut ada apa dengan mereka, belum sempat saya bertanya seorang pelayan datang menghampiri kami dan ia bertanya ada apa dengan teman saya. “Saya disuruh ke atas, meja saya diatas tapi sekarang meja untuk enam orang tidak ada, ini gimana ya mas?” kata Uty dengan kesal. Pelayan tersebut membawa kami ke meja yang memang kosong namun berkursi 8. Namun teman saya masih terus berbicara, mengeluhkan atas pelayanan restoran ini. Yang saya tangkap 3 teman saya itu tidak di layani dengan baik pada saat antri tadi. Si pelayan pun meminta maaf atas kejadian tersebut dan berusaha mencairkan suasana.

Setelah Novi dan Citra datang, kami pun memasan makanan mengingat sudah lama mengantri dan perut sudah sangat lapar.Melihat menu yang sangat beragam membuat kami ingin memesan semua makanan yang ada, namun karna terkendala uang kami mensiasati dengan memesan menu yang berbeda-beda. 
Saya memesan Mie Goreng Thailand seharga 38K yang katanya sih recommended dicoba tapi setelah datang dan mencobanya lansung saya bisa berkomentar mie ini mirip rasanya dengan kwetiaw namun enak dan sangat banyak, potongan dagingnya juga sangat enak. Saya memesan minuman homemade watermelon lemonade seharga 29K dan rasa nya superrr segarnya , rekomended banget nih buat dicoba. Selain itu juga ada yang memesan Ikan Dori Cabe Garam yang bisa dibilang lumayan enak, rasa daging ikan nya empuk tapi gak sebanding dengan harga nya cukup mahal 44K, ada laksa bebek panggang yang tampilannya seperti mie rebus dengan telur dan potongan daging bebek tapi rasa nya sama aja sama mie ramen kuah kari ayam kayaknya yang bikin mahal sih potongan bebek nya itu lo, seharga 44K. Lumpia udang kulit tahu yang bikin nagih tapi porsinya dikit banget dengan harga 20K, Mie hongkong style ayam yang karna kelamaan gak dimakan karena keasikan foto-foto kuah nya jadi dingin , rasa nya kurang enak karena mie nya yang masih keras, harga nya lumayan sih 39K. 1 porsi danging sapi Thailand yang super duper banyak dan enak ini memiliki harga yang sangat tinggi atapi karna ini iuran yaa boleh lah ya sekali-sekali , 50K. Dan yang terakhir kami pun memesan roti tissue nutella keju yang waktu kami antri banyak memesan karna rasa penasaran kami pun memesan, dengan harga 30K tidak sebanding dengan harga dan makanan nya.
Setelah kenyang kami pun pulang dengan kembali menaiki angkot yang sama tapi beda nya cuma naik satu kali angkot saja, mungkin karena udah malem juga, belum malem banget sih masih jam 7an, tapi mungkin abang angkot nya emang satu arah sama tujuan kami juga. Akhirnya naik krl lagi arah St. Pondok Cina dan sampai dirumah pukul 8 malam dengan badan yang sudah lengket dan bau.


Ini lah menu makanan, mulai dari main course, appetizer, coffee dan dessert

 

  




 Ini lah beberapa foto kebahagiaan kami dikala badan masih lelah dan perut masih lapar




dan ini lah struk pembayaran yang bikin kami miskin hingga akhir bulan :(















0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com